suratku untukmu
aku diam bukan karena aku marah
aku cuman butuh waktu berpikir
aku cuman ingin sedikit waktu untuk sendiri
aku menghindar bukan karena maksud tertentu
tapi, mengulur waktu dan berharap akan baik baik saja
aku bukan tak tau, aku tau dengan pasti keadaan di sekitarku dan keadaanmu
bukan aku tak mau bertanya, tapi aku merasa belum tepat waktu untuk bertanya
dan karena itu aku diam
menunggu hingga kau bercerita
jangan berpikir aku akan bosan mendengarmu
aku tidak bosan mendengar keluh kesahmu, tidak akan pernah
dan kuharap kau juga tidak bosan mendengar keluh kesahku
jangan berpikir aku akan pergi dari sisimu
karena aku bakal di sini, mendengar ceritamu
walau aku menunggu dalam diamku
aku diam karena aku bingung
berpikir, apa yang sebaiknya aku katakan
sibuk mencari bahan pembicaraan
dan kita seperti orang aneh yang baru pertama kali kenal
aku selalu di sini
tak lelah mendengarmu
dan kuharap kau juga begitu
jangan katakan lagi maap dari bibirmu
aku tak butuh itu
yang aku butuh hanya kamu dan celotehanmu
dan aku rindu waktu waktu itu
aku egois?
maap jika kau merasa begitu
tapi sungguh aku tak mengerti dirimu dan pikiranmu
bagaimana aku mengerti
jika kau hanya diam tak berkata
katakan sesuatu karena aku tak mengerti
jangan buat aku hanya bisa diam
jangan buatku menunggu terlalu lama